Optimasi Pemanfaatan Lahan Perhutani Secara Tumpangsari Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Sekitar Hutan Bkph Parung Panjang

Yunus Arifien, Tun Susdiyanti, Linar Humaira, Nengsih Anen

Abstract


BKPH (Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan) Parung Panjang merupakan bagian dari KPH Perhutani yang memiliki peran strategis dalam menjaga fungsi ekologis, ekonomi, dan sosial.  Selain berfungsi sebagai penghasil kayu, kawasan hutan di BKPH Parung Panjang juga memiliki potensi pemanfaatan lahan di bawah tegakan pohon melalui sistem tumpangsari.  Namun, hasil yang diperoleh sering tidak maksimal tanpa pengelolaan berbasis optimasi penggunaan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan Perhutani melalui sistem tumpangsari guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan BKPH Parung Panjang. Lokasi penelitian mencakup kawasan hutan seluas 5.365,24 hektar, di mana 2% dari total luas (107,3 ha) dijadikan dasar perhitungan awal. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui estimasi pendapatan per hektare dari berbagai komoditas tumpangsari seperti jagung, kacang tanah, ketela pohon, dan sayuran. Selanjutnya disusun skenario optimal dan maksimal berdasarkan kombinasi komoditas serta simulasi penambahan luas hingga 10% dari total kawasan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada skenario maksimal (seluruh lahan untuk jagung), total pendapatan mencapai Rp 2,146 miliar per tahun dengan pendapatan per keluarga sebesar Rp 21,46 juta. Sedangkan pada skenario optimal dengan kombinasi komoditas, pendapatan kolektif mencapai Rp 1,387 miliar atau sekitar Rp 13,87 juta per keluarga. Peningkatan luas garapan hingga 10% menunjukkan potensi pendapatan hingga Rp 69 juta per keluarga. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan lahan tumpangsari secara terencana dan beragam dapat memberikan dampak ekonomi signifikan terhadap rumah tangga sekitar hutan.


Keywords


Kesejahteraan, Optimalisasi lahan, Tumpangsari

Full Text:

PDF

References


Abdurachman, A. J., & Basuki, S. (2017). Hasil Tumpang Sari Hutan terhadap Pendapatan Pesanggem dan Bidang Dasar Tanaman Pokok di Cepu, Blora. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 5(7), 430–433.

Arifien, Y., Badri, I., & Fitriani, A. (2020). Optimization of farmer pattern as an effort to improve farmers’ income and environmental friendliness in Bogor, Indonesia. IOP Conference Series: Materials Science and Engineering, 830(2), 22080.

Febrianti, D. I. (2021). PELAKSANAAN PERJANJIAN KERJASAMA ANTARA PT. PERHUTANI DENGAN MASYARAKAT DI KAWASAN DESA SUMBERSUKO PRECET KECAMATAN WAGIR KABUPATEN MALANG. Dinamika, 26(17), 2045–2059.

Gass, S. I. (2003). Linear programming: methods and applications. Courier Corporation.

Hazell, P. B. R., & Norton, R. D. (1987). Mathematical Programming for Economic Analysis in Agriculture. Biometrics, 43(4), 1032.

Honfy, V., Pödör, Z., Keserű, Z., Rásó, J., Ábri, T., & Borovics, A. (2023). The effect of tree spacing on yields of alley cropping systems—a case study from Hungary. Plants, 12(3), 595.

Hz, P. (2023). Tumpangsari-Agroforestry Practices and Its Socioeconomic Impact on Communities in the Gunung Arjuna-Lalijiwo Forest Reserve, East Java, Indonesia. Asian Social Science, 19(6).

Indonesia, T. (2023). Scaling Agroforestry in Indonesia: Opportunities, Challenges and Solution Pathways in Scaling and Mainstreaming Agroforestry in Indonesia. Tropenbos Indonesia, Bogor.

Majanen, T., & Scherr, S. J. (2011). Performance and Potential of Conservation Agriculture for Climate Change Adaptation and Mitigation in Sub-Saharan Africa.

Miller, D. C., Ordoñez, P. J., Brown, S. E., Forrest, S., Nava, N. J., Hughes, K., & Baylis, K. (2020). The impacts of agroforestry on agricultural productivity, ecosystem services, and human well-being in low-and middle-income countries: An evidence and gap map. Campbell Systematic Reviews, 16(1), cl2-1066.

Nair, P. K. R. (2011). Agroforestry systems and environmental quality: introduction. Journal of Environmental Quality, 40(3), 784–790.

Nawir, A. A., & Rumboko, L. (2007). Forest rehabilitation in Indonesia: where to after three decades? Center for International Forestry Research (CIFOR).

Octavia, D., Murniati, Suharti, S., Hani, A., Mindawati, N., Suratman, Swestiani, D., Junaedi, A., Undaharta, N. K. E., & Santosa, P. B. (2023). Smart agroforestry for sustaining soil fertility and community livelihood. Forest Science and Technology, 19(4), 315–328.

Parhusip, S., Suharti, S., Sukandi, T., Amano, M., & Matsumura, N. (2019). Economic analysis of local people’s involvement in community-based forest management (CBFM) in desa ciomas, Indonesia. Journal of Forest Planning, 25(1), 1–14.

Perhutani. (2020). Rencana Pengelolaan Hutan Jangka Panjang (RPHJP) Perum Perhutani 2021–2030.

Suharjito, D. (2014). Analisis Pola Kemitraan Agroforestri Dalam Rangka Mengurangi Ancaman Perambahan Hutan (Studi Kasus Tumpangsari Tanaman Pangan Di Iuphhk-ht Pulau Laut Kotabaru Kalimantan Selatan). Journal of Natural Resources and Environmental Management.

Utami, S. R., Verbist, B., Van Noordwijk, M., Hairiah, K., & Sardjono, M. A. (2003). Prospek Penelitian dan Pengembangan Agroforestri di Indonesia. World Agroforestry Centre ICRAF. Bogor.




DOI: https://doi.org/10.31293/agrifor.v25i2.8909

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan

link ke situs budidaya tani

 Creative Commons License
AGRIFOR : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

situs web mitra usaha tani